Selasa, 01 April 2014

Tugas Bahasa Indonesia



Caleg Stress
Pemilu (Pemilihan Umum) sudah dekat. Banyak orang ingin menjadi caleg (calon legislatif). Tetapi, untuk menjadi caleg harus banyak modal untuk kampanye. Dalam Pemilu ada caleg yang terpilih/berhasil dan ada juga yang gagal. Tidak sedikit caleg yang gagal tersebut menjadi stress karena modal habis ditambah dengan kalah dalam pemilu.
Pada suatu hari, ada seseorang bernama Jono ( bukan  nama sebenarnya ) mendaftarkan diri ikut pemilu. Dia menjadi caleg dari partai X dengan nomor urut 2. Lalu, Jono mendeklarasikan bahwa ia adalah caleg di kampungnya.
Pada suatu hari, Jono mengikuti rapat pemuda. Dalam rapat itu ia diberi kesempatan untuk berbicara. Selain memberi pengarahan kepada para pemuda, ia juga menyatakan diri jadi caleg. Jono menunjukkan kemampuannya. Ia mengaku lulusan dari universitas X. Selain itu ia juga mengaku pernah menjadi ketua organisasi dan pengusaha. Jono juga memberi janji jika menang, jalan di desanya akan diperbaiki dan diaspal. Para pemuda lalu meminta souvenir kepada Jono, dan Jono pun memberikan souvenir berupa kaus bergambar dirinya beserta nama pertai politik.
Jono diundang rapat di desa lain. Jono lalu menyatakan diri jadi caleg di hadapan peserta rapat. Para peserta rapat mengeluhkan kondisi jalan yang buruk. Mulai dari jalan berlubang dan belum diaspal. Mereka meminta agar jalan segera diperbaiki. Jono lalu memberi bantuan senilai Rp.30.000.000,- kepada masyarakat. Uang tersebut hasil penjualan tanah milik Jono. Jono memberi bantuan dengan syarat masyarakat dan para peserta rapat memilihnya dalam pemilu nanti.
Akhirnya pemilu terbuka dimulai. Jono sadar bahwa ia harus mempunyai banyak uang untuk kampanye dan untuk konvoi keliling kota. Lalu Jono memutuskan untuk menjual rumahnya. Uang hasil penjualan rumah tersebut ia setorkan kepada partai untuk dana kampanye. Tanpa Jono sadari, uangnya sudah berkurang sangat banyak.
Istri Jono membutuhkan uang untuk membayar SPP anaknya, tapi Jono sudah tidak lagi mempunyai simpanan uang. Jono dan istrinya cekcok. Setelah cekcok tersebut,sang istri memutuskan membawa anaknya untuk pergi dari rumah. Jono menjadi stress karena tak punya uang lagi serta ditinggal oleh anak dan istrinya. Pemilu belum dimulai, namun Jono sudah sangat stress. Hingga suatu hari Jono tertawa sendiri dan bertingkah aneh. Tetangganya tidak tahu sama sekali.
Suatu hari, ada tetangga yang mengetahui bahwa Jono menjadi gila. Setelah di adakan musyawarah oleh warga sekitar, semua sepakat bahwa Jono harus di masukkan ke Rumah Sakit Jiwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar